Minggu, 17 Oktober 2010

Apakah Satwa Gaib itu ?

Definisi “Hewan” telah menyebabkan kontroversi selama berabad-abad. Meski mungkin hal ini mengejutkan para siswa tahun pertama Magizoologi, masalhnya akan lebih jelas bila kita sejenak mempertimbangkan tiga jenis makhluk gaib.

Werewolf atau Manusia Serigala menghabiskan kebanyakan waktu mereka sebagai manusia (baik menjadi penyihir maupun Muggle). Namun sekali sebulan mereka berubah menjadi hewan buas berkaki empat dengan naluri membunuh, dan tidak memiliki kesadaran sebagai manusia.

Kebiasaan para Centaurus berbeda dari manusia; mereka hidup dialam bebas, menolak berpakaian, lebih suka memisahkan diri dari para penyihir maupun Muggle, meski mereka memiliki tingkat kepandaian setara dengan Muggle.

Troll berpenampilan mirip manusia, berjalan tegak, bisa mempelajari beberapa kata sederhana meski mereka kurang pintar dibanding Unicorn paling bodoh sekalipun. Troll tidak punya kemampuan sihir sendiri kecuali tenaga mereka yang luar biasa dan tidak wajar.

Kini kita bertanya sendiri; mana di antara makhluk-makhluk ini yang bisa disebut “Makhluk dengan M besar”, yaitu makhluk yang layak memperoleh hak-hak hukum dan hak bersuara dalam pemerintahan dunia sihir, dan mana yang termasuk “hewan”?

Upaya-upaya awal untuk memutuskan mana makhluk gaib yang seharusnya disebut sebagai “hewan” telah dilakukan secara amat sederhana.

Burdock Muldoon, Ketua Dewan Penyihir (Kementrian Sihir sebelumnya disebut Dewan Penyihir) di abad keempat belas, mengeluarkan dekrit bahwa anggota masyarakat sihir mana pun yang berjalan dengan dua kaki selanjutnya akan dianugrahi status “Makhluk”, selebihnya tetap digolongkan sebagai “hewan”. Dalam semangat persahabatan, ia memanggil semua “Makhluk” bertemu dengan para penyihir untuk mendiskusikan hukum-hukum sihir baru. Ternyata ia salah perhitungan, dan itu membuatnya amat cemas. Aula pertemuan disesaki para Goblin yang datang dengan membawa sebanyak mungkin makhluk berkaki-dua yang bisa mereka temukan. Simak penuturan Bathilda Bagshot dalam buku Sejarah Sihir berikut ini:

Sedikit sekali yang bisa didengar di tengah kuak-kuak para Diricawl, erangan para Augurey, dan senandung tajam dan tanpa henti para Fwooper. Sementara para penyihir pri dan wanita mencoba memeriksa berkas-berkas di hadapan mereka, berbagai jenis Pixie dan Peri berputar-putar disekitar kepala mereka, mengoceh dan terkekeh-kekeh. Sekitar selusin Troll mulai menghancurkan ruangan dengan tongkat pemukul mereka, sementara para Hag (wanita tua bertampang jelek dan berhati busuk) melayang-layang di sekitar ruangan, mencari anak-anak untuk disantap. Ketua Dewan berdiri untuk membuka pertemuan, tapi ia terpeleset setumpuk kotoran Porlock. Akhirnya ia malah lari, meninggalkan ruangan sambil melontarkan berbagai kutukan.


Seperti kita lihat, memiliki dua kaki semata bukanlah jaminan bahwa suatu makhluk gaib dapat atau akan tertarik pada masalah-masalah pemerintahan sihir. Sakit hati, Burdock Muldoon bersumpah menolak upaya lebih lanjut apa pun untuk memasukkan para anggota masyarakat yang bukan-penyihir ke Dewan Penyihir.

Pengganti Muldoon, Madame Elfrida Clagg, mencoba memberi arti bari pada kata “Makhluk” dengan harapan menciptakan ikatan yang lebih erat dengan makhluk-makhlukgaib lainnya. “Makhluk”, ia mengumumkan, adalah mereka yang bisa berbicara dengan bahasa manusia. Semua yang bisa membuat diri mereka dimengerti oleh para anggota Dewan, diundang datang ke pertemuan berikutnya. Akan tetapi, sekali lagi, timbul masalah. Para Troll, yang telah diajari beberapa kalimat sederhana oleh Goblin-Goblin, mulai menghancurkan aula, seperti pertemuan sebelumnya. Jarvey berlari-lari di sekitar kaki-kaki kursi, mencakar sebanyak mungkin pergelangan kaki yang mereka raih. Sementar itu serombongan besar Hantu (yang di bawah kepemimpinan Muldoon dilarang masuk dengan alasan mereka tidak berjalan dengan dua kaki, melainkan melayang) meghadiri pertemuan. Namun kemudian mereka pergi dengan perasaan jijik karena mereka menganggap “Dewan lebih memperhatikan kebutuhan mereka yang masih hidup daripada mereka yang sudah mati”. Centaurus yang dibawah pemerintahan Muldoon diklasifikasikan sebagai “hewan” dan kini dibawah kepemimpinan Madame Clagg didefinisikan sebagai “Makhluk”, menolak menghadiri pertemuan sebagai protes atas tidak diundangnya Manusia Duyung yang tidak bisa bicara dalam bahasa apa pun, kecuali bahasa Mermish, selagi berada di daratan.

Baru pada tahun 1811 ditemukan berbagai definisi yang bisa diterima sebagian besar masyarakat sihir. Grogan Stump, yang baru diangkat sebagai Menteri Sihir, mengumumkan bahwa “Makhluk” adalah “makhluk apa pun yang memiliki cukup inteligensi untuk memahami hukum-hukum masyarakat sihir dan ikut bertanggung jawab dalam membentuk hukum-hukum tersebut. Pengecualian berlaku bagi para Hantu yang menyatakan bahwa tidaklah tepat menggolongkan mereka sebagai “Makhluk” sementara sudah jelas mereka sudah “mati”. Karena itu Stump menciptakan tiga divisi dalam Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib yang hingga saat ini masih ada: Divisi Hewan, Divisi Makhluk, dan Divisi Hantu.

Kehadiran Troll dipertanyakan, sehubungan dengan ketidakhadiran Goblin, padahal Troll dinilai tidak mengerti apa pun yang diucapkan pada mereka; karena itu mereka digolongkan sebagai “hewan” meski mereka berjalan dengan dua kaki. Dengan bantuan penerjemah, para Manusia Duyung diundang dan dianggap “Makhluk untuk pertama kalinya; para Peri, Pixie, dan Gnome atau Jembalang, dengan tegas ditempatkan dalam kategori “hewan” meski mereka berpenampilan mirip manusia

Tentu saja masalahnya tidak berhenti sampai di situ. Kita semua sudah saling kenal dengan para ekstremis yang berkampaye supaya Muggle digolongkan sebagai “hewan”. Kita semua tahu bahwa Centaurus menolak status “Makhluk” dan meminta tetap di golongkan sebagai “hewan”. Hal ini dikarenakan Centaurus merasa keberatan terhadap beberapa makhluk yang sama seperti mereka, digolongkan sebagai “Makhluk”, misalnya Hag dan Vampir, dan menyatakan bahwa mereka hendak mengurus urusan mereka sendiri, terpisah dari penyihir. Setahun kemudian Manusia Duyung mengajukan permintaan yang sama. Kementerian Sihir menerima permintaan mereka dengan enggan. Meskipun ada Kantor Hubungan Centaurus di Divisi Hewan Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib, tak ada satu pun Centaurus pernah memanfaatkannya. Situasi itu dijadikan lelucon. Pegawai Kementerian yang dalam waktu dekat akan dipecat, disebut “dikirim ke Kantor Centaurus”

Sementara itu Manusia Serigala telah bertahun–tahun berada di antara pembagian Hewan dan Makhluk; pada saat buku ini ditulis ada kantor Pelayanan Pendukung bagi Manusia Serigala di bawah pengawasan Divisi Makhluk, juga ada Unit Pendaftaran dan Penangkapan Manusia Serigala di bawah pengawasan Divisi Hewan. Beberapa makhluk berinteligensi tinggi diklasifikasikan sebagai “hewan” sebab mereka tak mampu mengatasi sifat-sifat brutal mereka sendiri. Acromantula dan Manticore mampu bicara cerdas, tapi akan mencoba mengayang manusia mana pun yang berada di dekat mereka. Sphinx hanya bicara dalam bentuk teka-teki dan tebakan, dan jadi galak bila kita salah menjawab.

Sekarang marilah kita berpaling pada satu pertanyaan yang paling banyak ditanyakan penyihir ketika membicarakan Magizoologi: mengapa Muggle tidak tahu bahwa makhluk-makhluk fantastis ini ada?


Berikut adalah beberapa satwa gaib yang nampak di sekitar hogwarts :
1. Kastil
- Doxy
- Boggart
- Phoenix (Fawkes)

 2. Halaman, Lapangan Quidditch, Jembatan, Dedalu Perkasa
- Kneazle
- Crup

 3. Danau
- Cumi-cumi raksasa
- Manusia Duyung
- Grindylow
- Plimpy
- Kappa

 4. Hutan Terlarang
- Centaurus
- Unicorn
- Thestral
- Hippogriff
- Bowtruckle

5. Rumah kaca, Kandang burung hantu dan Kebun di belakang pondok Hagrid
- Jembalang
- Jarvey
- Knarl 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar