a. Hagalaz
Pelafalan: haw-gaw-laws
Bunyi huruf: H
Arti/Lambang: Hujan Es
Dewa: Heimdall The Watcher dan Hel (Dewi Niflheim/Underworld).
Warna: Biru muda
Pohon: Ash (Kayu Candu, Fraxinus L.)/Yew (Taxus baccata)
Herba: Lily-of-the-valley (Convallaria majalis)
Batu Permata: Onyx
Arti
mendalam secara tegak: Kemurkaan alam, destruktif, kekuatan tak
terkendali; terutama atas cuaca; atau alam bawah sadar, percobaan,
krisis yang terkontrol; mengarah pada kelengkapan; harmoni secara
internal, menghilangkan pengaruh yang tak diinginkan, memecah pola
destruktif.
Arti mendalam secara merkstave (Hagalaz tidak dapat dibalik): Bencana alam, malapetaka, stagnasi, kehilangan kekuatan, sakit, penderitaan, krisis.
Hujan es. Hal itulah yang dilambangkan oleh rune ke-9 dari Elder Futhark
ini. Hujan es terbentuk dalam awan badai ketika air yang didinginkan
dengan sangat mengalami kontak dengan partikel pengembunan, seperti
debu. Setelah melalui beberapa proses lain, sebuah batu hujan es
memperoleh lapisan es dan membesar. Begitu sebuah batu hujan es menjadi
sangat berat, maka hujan es pun akan berjatuhan ke Bumi.
Sesuai
pengalaman, batu hujan es seukuran kacang polong atau bola golf
bukanlah hal yang langka, dan seberapapun ukuran batu hujan es
tersebut, ia tetap memiliki kekuatan destruktif yang serius. Contoh
yang sering terjadi adalah kerusakan pada kendaraan, jendela loteng,
benda lain yang berkaca, juga tanaman pangan. Hujan es yang masif
diketahui dapat menimbulkan gegar otak atau trauma kepala parah, namun
jarang. Bagaimanapun, awan yang memproduksi hujan es dapat dikenali
akan warnanya yang kehijauan.
Sama
seperti hujan es, Hagalaz dimaknai sebagai kekuatan alam yang
destruktif. Kekuatan yang tak terkendali akan alam bawah sadar
seseorang. Bagaimanapun, krisis yang akan/telah datang ini dapat
dikontrol, sebab terkadang ia bisa dikenali sebelum muncul, sehingga
kita dapat mencari jalan untuk menghilangkan pengaruh yang tidak kita
inginkan.
Ketika sebuah hujan es menjadi berlebihan, ditambah dengan badai, segalanya akan menjadi kacau. Hagalaz merkstave
jelas menggambarkan suatu kondisi di mana seakan-akan ada badai hujan
es di sekitar manusia. Bencana alam adalah satu frasa yang tepat untuk
itu. Sebuah malapetaka yang mengakibatkan stagnasi, dan pada akhirnya,
penderitaan serta krisis.
b. Nauthiz
Pelafalan: now-these
Bunyi huruf: N
Arti/Lambang: Kebutuhan
Dewa: Norns (tiga dewi nasib/takdir) dan Nott (dewi malam)
Warna: Hitam
Pohon: Beech (Fagus L.)/Mountain ash (Rowan, Sorbus aucuparia)
Herba: Bistort (Persicaria bistorta)
Batu Permata: Lapis lazuli
Arti
mendalam secara tegak: Penundaan, pembatasan, ketahanan yang mengarah
pada kekuatan; inovasi; kepercayaan diri, keinginan kuat untuk
mengatasi stress; kebingungan; dan konflik, ketahanan, kelangsungan
hidup, determinasi, satu waktu untuk melatih kesabaran, pengenalan akan
takdir seseorang, perubahan besar yang ditimbulkan sendiri, kebutuhan.
Arti mendalam secara terbalik/merkstave:
Pengekangan atas kebebasan, stress, kerja keras, pekerjaan yang
membosankan, kelalaian, kebutuhan yang sangat, keinginan, kelaparan,
kehilangan, lapar mental.
Rune
ini termasuk rune yang sedikit abstrak. Sama seperti salah satu
’pelindung’-nya, Norns yang melambangkan takdir akan tiga masa (masa
lalu, masa kini, dan masa depan), rune ini sedikit misterius. Hal itu
juga berkorelasi kuat dengan lambang rune ini: Kebutuhan.
Kebutuhan
adalah sesuatu yang abstrak. Ada kebutuhan secara fisik maupun mental,
dan kebutuhan itu berbeda-beda bagi setiap orang. Ketika seseorang
ingin agar kebutuhannya terpenuhi, maka orang tersebut akan berusaha
kuat untuk mendapatkan hal itu. Maka dari itu, Nauthiz memiliki makna
akan ketahanan yang mengarah pada kekuatan, kepercayaan diri untuk
mendapatkan/menghasilkan sesuatu, keinginan kuat atau determinasi.
Kebutuhan seseorang kadang juga terbatas oleh hal-hal tertentu, dan
Nauthiz pun berarti pembatasan. Pembatasan akan rasa ’ingin’, akan
kebutuhan di dalam hati setiap manusia yang kadang berlebihan.
Nauthiz terbalik atau merkstave
merepresentasikan satu keadaan dimana kebutuhan manusia menjadi terlalu
berlebih, bahkan nyaris tak dapat terpenuhi. Di saat seperti demikian,
yang akan timbul justru rasa terkekang, stress, kelalaian. Suatu
pekerjaan akan menjadi membosankan. Tak jarang, kelaparan mental pun
timbul akibat hal itu.
c. Isa
Pelafalan: ee-saw
Bunyi huruf: I
Arti/Lambang: Es
Dewa: -
Warna: Hitam
Pohon: Alder (Alnus glutinosa)
Herba: Henbane (Hyoscyamus niger)
Batu Permata: Mata-kucing
Arti
mendalam secara tegak: Sebuah tantangan atau kekecewaan, hambatan
psikologis akan pemikiran atau aktifitas; termasuk keluhan, perhentian;
atau saat untuk melihat ke dalam batin dan menunggu apa yang akan
terjadi; atau untuk mencari pencerahan, menghentikan; menghalangi; atau
mencegah suatu proses atau kejadian. Rune ini juga menguatkan rune-rune
lain di sekitarnya. Arti mendalam secara merkstave (Isa tidak
dapat dibalik): Ego-mania, kebodohan, kebutaan, pemborosan,
pengkhianatan, ilusi, tipu muslihat, serangan mendadak, persekongkolan.
Es,
bentuk padat dari air, adalah hal yang berkaitan dengan rune Isa. Air
padat ini dapat saja terlihat indah (mis: ketika berada dalam bentuk
kepingan salju), namun bisa juga berbahaya (ia licin). Hal ini
merefleksikan sebuah tantangan atau hambatan. Baik secara fisik ataupun
psikis. Es juga merupakan benda alami yang cukup kuat. Susah
dihancurkan dan licin (kecuali pada kondisi ekstrim), benda ini
jelas-jelas merupakan sebuah penghalang. Di sini, Isa menggambarkan
adanya penghalang, namun bukan berarti jalan kita berhenti sampai di
situ. Penghalang tersebut justru ditafsirkan sebagai suatu saat di mana
kita sebaiknya berhenti sejenak dan melihat ke dalam diri, mencari
pencerahan serta jalan keluar akan masalah yang kita hadapi. Dan karena
es termasuk kuat, maka Isa pun memperkuat makna rune di
sekitarnya—biasanya digunakan dalam bind-runes.
Apa yang menjadi makna dari Isa yang jatuh merkstave?
Mari kita pikirkan apa yang terjadi ketika jalan kita tertutup oleh es
yang tebal dan cukup luas sehingga kita kesusahan mencari jalan keluar.
Kebutaan, timbul karena kita tak dapat ’melihat’. Bukan hanya hal-hal
yang kasat mata, tapi juga yang abstrak, yang berhubungan dengan emosi.
Egoisme bisa saja timbul. Penghalang yang kuat ini juga dapat
menimbulkan bayangan atau ilusi, seperti yang terkadang kita lihat pada
permukaan es. Ketika semua tertutup, tak terlihat, maka tipu muslihat
serta serangan mendadak yang timbul dari sebuah persekongkolan juga
dapat dilancarkan: sebuah pengkhianatan.
d. Jera
Pelafalan: yare-awe
Bunyi huruf: J (Y)
Arti/Lambang: Tahun, Panen
Dewa: Freyja dan Freyr.
Warna: Biru muda
Pohon: Oak (Ek, Quercus L.)
Herba: Rosemary (Rosmarinus officinalis)
Batu Permata: Cornelian
Arti
mendalam secara tegak: Terealisasinya hasil dari sebuah usaha, suatu
waktu akan kedamaian dan kebahagiaan, musim yang baik, terobosan
melalui stagnasi, harapan akan kedamaian dan kesejahteraan, tercapainya
sukses, roda kehidupan, segala hal berubah pada saatnya, perubahan,
pertumbuhan, segala sesuatu yang berkaitan dengan waktu.
Arti mendalam secara merkstave
(Jera tidak dapat dibalik): Kemunduran mendadak, kekalahan, nasib sial.
Perubahan besar, pengulangan, pemilihan waktu yang salah, kemiskinan,
konflik.
Jera melambangkan tahun atau panen. Kata tahun (year) sendiri berasal dari bahasa Inggris Lama gēr, yang
kira-kira berarti suatu perioda waktu. Selama ini, kita mengetahui
bahwa satu tahun adalah waktu yang ditempuh oleh Bumi kita untuk
mengelilingi Matahari. Bumi terus berputar, baik pada porosnya maupun
mengelilingi matahari. Hal ini melambangkan sebuah roda, roda kehidupan
yang terus berputar, menyebabkan segala sesuatu berubah seiring waktu.
Dan segala hal memang berubah pada saatnya, entah kita sadari ataupun
tidak. Segalanya—tumbuh dan berkembang.
Tahun
yang baik biasanya diidentikkan dengan panen yang baik—hasil yang
melimpah. Secara turun-temurun, hasil yang melimpah tersebut merupakan
hasil dari sebuah kerja keras, sehingga Jera pun bermakna
terealisasinya hasil dari sebuah usaha. Ketika sebuah usaha (tak hanya
panen yang berhubungan dengan pangan) berhasil, maka saat-saat penuh
kebahagiaan pun akan tiba. Kedamaian serta kesejahteraan pun akan
tercipta.
Agak susah menghubungkan Jera merkstave
dengan hal-hal yang berhubungan langsung dengan tahun, sebab sampai
sekarang, hari terus berganti dan kita masih menambah hitungan tahun
kita. Namun mungkin kita dapat membayangkan apabila kita mengalami
suatu masa yang buruk, di mana segala sesuatunya tampak tidak berhasil,
panen yang jelek atau gagal, misalnya. Ketika panen gagal di satu masa,
orang cenderung menganggap bahwa tahun itu tahun yang buruk bagi
mereka. Panen yang gagal juga dianggap sebagai nasib sial, sama seperti
apa yang menjadi makna Jera ketika merkstave.
Sebuah kemunduran. Kegagalan juga membuat perubahan besar di satu atau
beberapa sisi, menyebabkan kita mengulang segalanya dari awal. Di sisi
lain, kegagalan ini kadang diakibatkan oleh kesalahan kita sendiri
dalam pemilihan waktu untuk melakukan sesuatu. Akibatnya, kemiskinan
dan konflik pun tak terhindarkan.
e. Eihwaz
Pelafalan: eye-wawz
Bunyi huruf: Ë (EI)
Arti/Lambang: Pohon Yew (Taxus baccata)
Dewa: Odin
Warna: Biru gelap
Pohon: Yew (Taxus baccata)
Herba: Mandrake (Mandragora L.)
Batu Permata: Topaz (Ratna cempaka)
Arti
mendalam secara tegak: Kekuatan, reliabilitas, dapat diandalkan,
pencerahan, ketahanan, pertahanan, perlindungan, mempermudah masa
transisi dalam kehidupan.
Arti mendalam secara merkstave (Eihwaz tidak dapat dibalik): Kebingungan, kerusakan, ketidakpuasan, kelemahan.
Eihwaz dilambangkan oleh yew,
semacam pohon konifer yang umumnya hidup di Eropa bagian barat, tengah,
dan selatan, daerah barat-laut Afrika, Iran sebelah utara, dan Asia
bagian barat-daya. Seperti yang telah kita ketahui, pohon ini adalah
salah satu pohon penghasil kayu untuk tongkat sihir. Tongkat sihir
sendiri adalah sebuah alat yang dapat dikatakan penting bagi seorang
penyihir. Sebuah pertahanan. Maka dari itu, Eihwaz pun melambangkan
pertahanan serta perlindungan.
Yew juga merupakan bahan yang terpilih untuk pembuatan longbow (semacam senjata yang menggunakan panah), di mana busur dari kayu yew memiliki konstruksi sedemikian rupa hingga inti kayunya berada di dalam, sementara sapwood atau lapisan terluar kayu dekat kulitnya berada di luar. Dengan demikian, sifat alami dari kayu yew ini akan menjadi keuntungan bagi pengguna busur tersebut, sebab inti kayunya dapat menahan tegangan sementara sapwood-nya
elastis dan mengijinkan busur untuk meregang dengan baik. Ketika panah
dilepaskan, kedua bagian kayu ini akan kembali pada kondisinya semula.
Busur dari kayu yew sangat terpercaya, maka dari itu, Eihwaz pun
melambangkan kekuatan dan reliabilitas—sesuatu yang dapat diandalkan.
Ia juga dimaknai sebagai sesuatu yang mempermudah suatu masa transisi.
Ketika seorang penyihir tak mempunyai tongkat sihir (Anda tak perlu diingatkan terus-menerus bahwa yew
adalah salah satu bahan pembuat tongkat sihir, kan?), maka penyihir
tersebut akan menjadi lebih lemah, terutama jika berhadapan dengan
penyihir lain yang memegang tongkat. Ini jelas-jelas merefleksikan
makna Eihwaz ketika jatuh merkstave: Sebuah kelemahan, dan terkadang, kebingungan.
Meski kayunya terbilang baik untuk tongkat sihir dan busur panah, daun yew sangat beracun. Buahnya yang berwarna merah dan mirip buah beri (umumnya disebut aril) cukup kenyal dan sangat manis, namun bijinya sangatlah pahit dan beracun. Hal ini menjadikan yew sebagai tanaman yang cukup kompleks, sehingga orang pun harus berhati-hati. Terkadang, orang menjadi bingung, dan Eihwaz merkstave pun melambangkan kebingungan, juga ketidakpuasan akan sesuatu.
f. Perthro
Pelafalan: perth-row
Bunyi huruf: P
Arti/Lambang: Dice Cup (Cangkir Tanah)
Dewa: Frigg, The ”All Mother”.
Warna: Hitam
Pohon: Beech (Fagus L.)/Aspen (Populus)
Herba: Aconite (Aconitum napellum)
Batu Permata: Aquamarine
Arti
mendalam secara tegak: Arti yang tidak jelas, hal yang rahasia,
misteri, hal-hal tersembunyi, kemampuan gaib, inisiasi, pengetahuan
akan takdir seseorang, pengetahuan akan masa depan, misteri wanita
termasuk kesuburan wanita, persahabatan, kebahagiaan, perubahan
evolusioner, kesuburan, mempermudah kelahiran, ramalan dan sihir,
memperkuat kemampuan cenayang.
Arti mendalam secara terbalik/merkstave: Adiksi atau ketergantungan, stagnasi, kesendirian, rasa tidak enak badan.
Lambang
dari Perthro adalah semacam cangkir atau piala tanah yang digunakan
untuk meramal atau untuk mengocok dadu dalam sebuah permainan—biasanya
judi. Judi adalah sesuatu permainan yang misterius, tak dapat ditebak.
Hidup pun demikian, tak dapat ditebak. Ramalan (divination) juga
terkadang masih tak jelas, rahasia dan misterius. Perthro juga memiliki
makna-makna tersebut: hal-hal yang gaib, misterius, serta masih rahasia
dan belum jelas. Ia pun diartikan sebagai pengetahuan akan masa depan,
akan takdir seseorang. Memaksa seseorang untuk mengambil pilihan dan
menguasai takdir mereka sendiri
Di
sisi lain, Perthro dikaitkan dengan makhluk paling misterius di dunia
ini: wanita. Ia pun dihubungkan dengan kesuburan, kelahiran, serta
persahabatan, kebahagiaan dan perubahan evolusioner.
Perthro
melambangkan ramalan dan judi secara tidak langsung. Ketika seseorang
menjadi terlalu tergantung pada ramalan, atau terlalu menggemari judi,
ia akan mengalami apa yang disebut ketergantungan. Terkadang, kehidupan
pun akan menjadi stagnan. Karena itu, Perthro terbalik atau merkstave
memiliki makna adiksi dan stagnasi. Secara fisik, rasa tidak enak badan
dapat muncul, sementara secara psikis, Perthro terbalik atau merkstave merepresentasikan kesendirian.
g. Algiz

Pelafalan: all-yeese
Bunyi huruf: Z (atau –R terakhir pada suatu kata)
Arti/Lambang: Elk (Rusa Besar)
Dewa: Heimdall, The Watcher
Warna: Emas
Pohon: Yew (Taxus baccata)
Herba: Angelica (Angelica L.)
Batu Permata: Amethyst (Kecubung)
Arti
mendalam secara tegak: Perlindungan, tameng, keinginan untuk melindungi
diri sendiri atau orang lain, pertahanan, menangkal setan/hal jahat,
pelindung, hubungan dengan Tuhan, kebangkitan, mengikuti insting,
menjaga kesuksesan.
Arti mendalam secara terbalik/merkstave:
Bahaya tersembunyi, konsumsi oleh kekuatan spiritual atau yang bersifat
ketuhanan, hilangnya hubungan dengan Tuhan/dewa, tabu, peringatan,
penolakan.
Algiz adalah elk: rusa besar. Salah satu spesies rusa terbesar di dunia (hanya moose
yang dapat mengalahkan ukuran hewan yang satu ini) ini hidup di hutan
dan tepian hutan, serta memakan rerumputan, dedaunan, bahkan kulit
kayu. Makhluk cantik ini, meski merupakan satwa asli Amerika Utara dan
Asia Timur, telah mampu beradaptasi dengan sangat baik di daerah
manapun tempat mereka diperkenalkan. Elk jelas-jelas pandai
mengikuti instingnya, karena itu, Algiz pun dimaknai agar kita
mengikuti insting kita demi meraih/menjaga kesuksesan.
Elk
jantan memiliki sepasang tanduk besar dan masif di kepalanya yang
berganti setiap tahun. Tanduk ini kuat dan berperan banyak. Ia berguna
sebagai senjata untuk melindungi diri, juga untuk gulat a la para elk
yang biasa terjadi ketika mereka memperebutkan betina. Karena itulah,
Algiz pun bermakna sebagai pelindung, sebuah tameng, pertahanan, serta
keinginan untuk bertahan dan/atau mempertahankan sesuatu, untuk
melindungi diri sendiri atau orang lain.
Masyarakat kuno juga mereferensikan elk sebagai kekuatan spiritual. Elk
betina pun diinterpretasikan sebagai simbol kelahiran kembali. Dari
kedua hal itu, Algiz pun memiliki makna sebuah hubungan dengan
Tuhan/dewa, hal yang menangkal setan atau sesuatu yang jahat, juga
kebangkitan.
Adaptasi
yang sangat baik dari rusa besar ini sendiri terkadang menimbulkan
ancaman bagi makhluk hidup asli dan ekosistem suatu daerah. Algiz
merefleksikannya sebagai suatu bahaya tersembunyi. Karena beberapa
orang menghubungkan elk dengan kekuatan spiritual, maka Algiz terbalik atau merkstave
pun dimaknai sebagai konsumsi oleh kekuatan yang bersifat ketuhanan di
satu sisi. Dan di sisi lain, ia diinterpretasikan sebagai hilangnya
hubungan antara manusia dengan Tuhan/dewa. Sesuatu yang tabu, bahkan
mungkin sebuah peringatan atau penolakan.
h. Sowilo
Pelafalan: soe-wee-low
Bunyi huruf: S
Arti/Lambang: Matahari
Dewa: Baldur (Dewa Kecantikan), The Solar Wheel.
Warna: Putih/Perak
Pohon: Juniper (Juniperus L.)
Herba: Mistletoe (Viscum album)
Batu Permata: Ruby (Mirah delima)
Arti
mendalam secara tegak: Sukses, tercapainya sasaran, kehormatan,
kekuatan-hidup, kesehatan, keutuhan, kekuatan, tenaga elemental,
energi, kesuburan, penyembuhan, panduan, petunjuk.
Arti mendalam secara merkstave (Sowilo
tidak dapat dibalik): Sasaran/harapan palsu, nasihat buruk, kesuksesan
palsu, kerusakan, retribusi, keadilan, melihat ke bawah akan
kesombongan/kesia-siaan, kemurkaan Tuhan.
Matahari,
seperti yang kita kenal, adalah salah satu sumber kehidupan (selain
air, tentu saja). Tanpa bintang terdekat dari Bumi ini, kehidupan tak
akan berjalan lancar. Sowilo merepresentasikan segala hal yang
berhubungan dengan matahari. Tanaman jelas membutuhkan cahaya matahari
selain air, sehingga Sowilo pun melambangkan kesuburan. Kesuburan
mengakibatkan panen yang baik—dan itu berarti kesuksesan, tercapainya
sasaran. Matahari juga merupakan sumber energi alami, sehingga Sowilo
diinterpretasikan sebagai energi, kekuatan-hidup, tenaga elemental.
Kekuatan-hidup menghasilkan apa yang kita sebut sebagai kesehatan,
keutuhan, dan kekuatan diri. Energi ini juga dapat menyembuhkan, dan
Sowilo juga dimaknai sebagai penyembuhan.
Selain
itu, ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu, matahari digunakan sebagai
panduan, di mana manusia purba menggunakan matahari (dan juga
bintang-bintang) sebagai penunjuk arah. Akibatnya, rune Sowilo pun
memiliki makna sebagai panduan atau petunjuk.









