Tanaman ini sangat
berbahaya karena dapat membunuh manusia jika dimakan. Nama lainnya
Monkshood dan Wolfsbane.
Sepertinya tanaman ini juga dapat merubah seseorang
yang memakannya menjadi manusia serigala. Hanya saja saya tidak mengerti
bagaimana hal tersebut mungkin. Secara seharusnya manusia dapat menjadi
manusia serigala jika digigit oleh manusia serigala yang lain. Tetapi
tanaman tersebut juga disebutkan akan membunuh manusia serigala yang
memakannya pada saat bertransformasi. Menurut saya karena hal ini,
Aconite juga diberi nama lain Wolfsbane.
Kembali ke topik.
Aconite dicirikan sebagai tanaman dengan bunga yang tinggi dan termasuk
kedalam keluarga Buttercup. Bunga dari aconite bisa berwarna biru, ungu,
kuning, pink, ataupun putih. Sedangkan beberapa bagian Aconite yang
biasa digunakan adalah daunnya yang dibiarkan segar dan akarnya yang
biasa digunakan setelah dikeringkan. Juga disebutkan bahwa dikarenakan
tingkat racun yang sangat tinggi diharapkan akar Aconite dipanen pada
kondisi yang sama untuk menjaga kesamaan dari obat. Yang saya agak
bingungkan adalah bagaimana mungkin hal itu akan berpengaruh. Maksud
saya tanaman tersebut sudah beracun jika berada dalam kondisi yang
berbeda pun tentu tambah berbahaya racunnya. Jika akar Aconite dipanen
pada keadaan yang sama tentu saja akan tetap beracun.
Ada beberapa gejala
yang dapat ditemui jika seseorang terkena racun aconite. Seperti
merasakan kebal di bagian lidah dan mulut, mempunyai perasaan bahwa ada
semut yang menjalari sekujur tubuh, muntah - muntah, kesusahan dalam
bernapas, nadi berdenyut lemah dan tidak berarturan, serta kulit terasa
dingin. Tetapi para ahli tampaknya juga menemukan bahwa ada spesies
aconite yang bisa menjadi antidote. Pendapat saya hal ini sangat bisa
terjamin kebenarannya karena biasanya racun dapat menanggulangi racun
yang lain.
Tampilkan postingan dengan label herbology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label herbology. Tampilkan semua postingan
Selasa, 02 November 2010
EUCALYPTUS
Eukaliptus, merupakan tanaman yang berasal dari
Australia dan dapat ditemukan di belahan dunia selatan seperti Filipina,
Indonesia, dan Papua Nugini. Meskipun Eukaliptus adalah termasuk
tanaman yang selalu hijau tiap tahunnya, tetapi tidak ditemukan di suatu
belahan dunia mana pun komunitas yang begitu lebat dan subur selain di
Benua Australia. Tanaman ini telah beradaptasi dengan iklim di Australia
sehingga Eukaliptus asal Australia-lah yang paling bermutu baik.
Eukaliptus berguna untuk pewangi dan pembersih untuk karpet-karpet bau apek. Tinggal disemprotkan dan kau pasti bisa segera menjamu tamu. Tanaman ini juga berguna untuk makanan binatang yang terkenal di kalangan para Muggle, koala. Koala memang binatang khas Australia, tidak heran mereka sangat gemuk-gemuk dengan Eukaliptus yang tumbuh dengan baik di benua itu. Eukaliptus juga berguna untuk bahan furnitur mini, meskipun tidak begitu kuat. Dan berguna juga untuk membuat minyak essens untuk disinfektan.
Nektar dari daun Eukaliptus berguna untuk menghasilkan madu monofloral berkualitas tinggi. Kayu Eukaliptus juga dapat digunakan sebagai hiasan rumah di dalam maupun di luar, timer, kayu bakar, dan kayu pulp.
Minyak Eukaliptus yang telah didistilasi kukus dari daunnya, bahkan dapat digunakan sebagai suplemen makanan (dalam jumlah yang sedikit tentunya). Minyak eukaliptus juga memiki sifat menolak serangga, dan telah digunakan sebagai bahan dari penolak nyamuk komersial.
Tetapi tanaman ini sangat mudah terbakar. Dalam cuaca panas, tanaman ini dengan mudah terpanggang sinar matahari dan terbakar. Dan apinya dengan mudah menyebar. beberapa jenis pohon Eukaliptus juga diketahui dapat meledak. Namun, di dalam cuaca panas itu pula, minyak Eukaliptus yang menguap dapat memberi kesan kabut biru.
Namun dilarang keras melahap Eukaliptus mentah-mentah. Karena zat di dalam kayu ini beracun. Hanya koala dan beberapa serangga yang dapat menetralisirnya.
Eukaliptus berguna untuk pewangi dan pembersih untuk karpet-karpet bau apek. Tinggal disemprotkan dan kau pasti bisa segera menjamu tamu. Tanaman ini juga berguna untuk makanan binatang yang terkenal di kalangan para Muggle, koala. Koala memang binatang khas Australia, tidak heran mereka sangat gemuk-gemuk dengan Eukaliptus yang tumbuh dengan baik di benua itu. Eukaliptus juga berguna untuk bahan furnitur mini, meskipun tidak begitu kuat. Dan berguna juga untuk membuat minyak essens untuk disinfektan.
Nektar dari daun Eukaliptus berguna untuk menghasilkan madu monofloral berkualitas tinggi. Kayu Eukaliptus juga dapat digunakan sebagai hiasan rumah di dalam maupun di luar, timer, kayu bakar, dan kayu pulp.
Minyak Eukaliptus yang telah didistilasi kukus dari daunnya, bahkan dapat digunakan sebagai suplemen makanan (dalam jumlah yang sedikit tentunya). Minyak eukaliptus juga memiki sifat menolak serangga, dan telah digunakan sebagai bahan dari penolak nyamuk komersial.
Tetapi tanaman ini sangat mudah terbakar. Dalam cuaca panas, tanaman ini dengan mudah terpanggang sinar matahari dan terbakar. Dan apinya dengan mudah menyebar. beberapa jenis pohon Eukaliptus juga diketahui dapat meledak. Namun, di dalam cuaca panas itu pula, minyak Eukaliptus yang menguap dapat memberi kesan kabut biru.
Namun dilarang keras melahap Eukaliptus mentah-mentah. Karena zat di dalam kayu ini beracun. Hanya koala dan beberapa serangga yang dapat menetralisirnya.
SCURVY GRASS
PENDAHULUAN
METODOLOGI PENELITIAN
HASIL PENELITIAN
DISKUSI
Taksonomi
Seperti halnya tanaman lain, Scurvy-grass juga diberi nama latin untuk mempermudah komunikasi. Sistem tata nama berdasarkan Binominal Nimenclatute yang dipelopori oleh Carolus Lineaeus pada tahun 1970-an itu terdiri dari dua kata, yaitu genus dan spesies. Sistem kalsifikasi tanaman Scurvy-grass menurut Lawrence (1959) adalah sebagai berikut:
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Brassicales
Family: Brassicaceae
Genus: Cochlearia
Species:
• Cochlearia acutangula
• Cochlearia aestuaria – Scurvy-grass muara
• Cochlearia alatipes
• Cochlearia anglica – Scurvy-grass Inggris
• Cochlearia aragonensis
• Cochlearia changhuaensis
• Cochlearia cyclocarpa – Roundfruit Scurvy-grass
• Cochlearia danica – Danish Scurvy-grass
• Cochlearia fenestrata – Scurvy-grass Artik
• Cochlearia formosana
• Cochlearia fumarioides
• Cochlearia furcatopilosa
• Cochlearia glastifolia
• Cochlearia groenlandica – Scurvy-grass Greenland
• Cochlearia henryi
• Cochlearia hui
• Cochlearia lichuanensis
• Cochlearia longistyla
• Cochlearia megalosperma
• Cochlearia micacea
• Cochlearia microcarpa
• Cochlearia oblongifolia – Scurvy-grass Asia timur
• Cochlearia officinalis – Scurvy-grass umum (termasuk C. excelsa, C. pyrenaica, C. scotica)
• Cochlearia paradoxa
• Cochlearia rivulorum
• Cochlearia rupicola
• Cochlearia sessilifolia – Scurvy-grass berdaun sessile atau Scurvy-grass Alaska
• Cochlearia sinuata
• Cochlearia tatrae
• Cochlearia tridactylites – Scurvy-grass tiga jari
• Cochlearia warburgii
Terdapat sekitar tiga puluh jenis Scurvy-grass yang disetujui oleh para ahli botani, dan seperti yang terlihat di atas, beberapa diantaranya ditetapkan sebagai subspesies dari Cochlearia officinalis, yaitu salah satu spesies Scurvy-grass yang paling umum ditemui dan digunakan, serta sering dikenal dengan nama lain, yaitu Scrubby Grass, Spoonwort, Carnson, Skeewort, Erba a Cucchiaino, Coclearia, Skeawyrt.
Morfologi
Secara umum tanaman ini merupakan tanaman sukulen (mengandung banyak air), perennial, dan termasuk dalam kelompok tumbuhan biji tertutup (angiosperma). Tanaman ini berbentuk perdu rendah setinggi kurang lebih 5 – 20 cm, dan maksimal 50 cm, berbau tidak sedap, agak pahit, panas, dan terasa asam, agak pedas ketika masih segar. yang akan ditanam pada media tanam pasir dan arang. Untuk biji tersebut di letakkan di tempat yang agak terlindung dan mempunyai suhu agak rendah. Belum nampak adanya perkembangan pada minggu pertama di kedua jenis media tanam. (latin
Sumber : http://www.harrypotterindonesia.com/index.php?topic=2389.0
Penggunaan tanaman-tanaman obat untuk
menyembuhkan penyakit adalah hal umum dalam masyarakat non-industri.
Beberapa tradisi muncul dan mendominasi pelaksanaan pengobatan dengan
tanaman obat di awal abad ke 19, antara lain seperti: (1) Sistem
pengobatan herbal berdasarkan sumber dari Yunani dan Romawi, (2) Sistem
pengobatan Ayurvedic dari India, (3) Pengobatan herbal Cina
(Herbologi Cina), (4) Pengobatan Unani-Tibb, dan (5) Tanaman obat
dari Shamanic, dan lain sebagainya.
Cochlearia sp.
atau yang lebih dikenal dengan nama Scurvy-grass adalah salah
satu jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai alternatif obat-obatan
mujarab selain obat-obatan kimia pada jaman dahulu. Tanaman ini biasanya
umum ditemukan tumbuh di wilayah temperatur artik (meskipun juga sering
ditemukan di wilayah lain), menempel pada batu karang di puncak tebing,
lumpur, tanah berpasir, atau daerah dekat sumber air, baik air tawar
maupun air asin. Tanaman ini juga sering ditemukan tumbuh di bawah
permukaan air, hal ini karena tanaman tersebut tumbuh di karang tepi
pantai dan terkena pasang naik. Meskipun demikian tanaman ini dapat
bertahan dan toleransi terhadap air asinnya cukup tinggi, asalkan masih
mendapatkan cukup sinar matahari dan tidak terlalu lama terendam. Karena
sering ditemukan di tepi pantai atau daerah yang dekat dengan sungai,
tanaman ini menjadi salah satu obat gratis yang sering dicari oleh para
pelaut.
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian kelas herbologi dilakukan selama 3
minggu melalui pengujian di rumah kaca, sehingga karena keterbatasan
waktu, maka digunakan zat perangsang tumbuh agar biji Scurvy-grass
cepat berkecambah dan penelitian dapat dilaksanakan. Ada dua cara yang
digunakan dalam penelitian ini, pertama menggunakan kapas lembab dan
kedua menggunakan perangsang akar. Bahan yang dibutuhkan adalah biji Scurvy-grass,
wadah (tray), kapas, pasir steril dan arang halus, segenggam
biji Annona muricata, beberapa butir Allium sativum,
lumpang dan alu kecil. Hasil penelitian akan di catat per minggu
pengamatan.
Larutan fungisida organik dibuat dari ekstraksi biji Annona muricata, sedangkan zat perangsang tumbuh organik dibuat dari Allium sativum yang dihaluskan untuk selanjutnya dioles pada 5 butir biji Scurvy-grassScurvy-grass yang diletakkan pada kapas lembab, tidak diberikan zat perangsang akar.
Larutan fungisida organik dibuat dari ekstraksi biji Annona muricata, sedangkan zat perangsang tumbuh organik dibuat dari Allium sativum yang dihaluskan untuk selanjutnya dioles pada 5 butir biji Scurvy-grassScurvy-grass yang diletakkan pada kapas lembab, tidak diberikan zat perangsang akar.
HASIL PENELITIAN
Minggu 1
Pada awal penelitian dilakukan persiapan media tanam, pembuatan fungisida organik, dan pemilihan biji Scurvy-grass yang akan ditanam. Biji Scurvy-grass dimasukkan ke dalam air dan dipilih yang tenggelam, semua biji yang telah disediakan dalam kondisi baik dan bisa digunakan. Media tanam yang pertama terdiri dari campuran pasir steril dan arang sekam yang sudah di rendam dalam larutan fungisida untuk mencegah timbulnya cendawan dengan perbandingan 1:1 lalu dimasukkan kedalam tray (wadah seperti tempat telur dengan banyak lekukan untuk memasukkan media tanam), sedangkan media tanam kedua adalah kapas yang diberi sedikit air dan juga diletakkan di dalam tray.
5 butir biji Scurvy-grass diletakkan pada masing-masing tray dengan kapas lembab, dan 5 butir biji Scurvy-grass yang lain dibenamkan kedalam media tanam sedalam satu ruas jari telunjuk. Kemudian tray
Minggu 2
Pada awal minggu, biji pada media tanam kapas lembab mulai agak membesar dan berwarna lebih muda dari sebelumnya, sedangkan pada media pasir dan arang belum tampak adanya perkembangan. Pada akhir minggu, mulai tampak akar berwarna putih halus keluar dari 3 dari 5 butir biji yang diletakkan pada media tanam kapas, sedangkan pada media tanam pasir dan arang belum menampakkan perkembangan.
Minggu 3
2 kecambah (plantula) mulai muncul dari media pasir dan arang, sedangkan sudah terdapat 4 kecambah pada media kapas lembab. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa Scurvy-grass tergolong perkecambahan di atas tanah (epigaeis). Tanaman yang sudah mempunyai akar agak banyak dipindahkan ke dalam media tanam lain dengan wadah lebih besar.
Pada awal penelitian dilakukan persiapan media tanam, pembuatan fungisida organik, dan pemilihan biji Scurvy-grass yang akan ditanam. Biji Scurvy-grass dimasukkan ke dalam air dan dipilih yang tenggelam, semua biji yang telah disediakan dalam kondisi baik dan bisa digunakan. Media tanam yang pertama terdiri dari campuran pasir steril dan arang sekam yang sudah di rendam dalam larutan fungisida untuk mencegah timbulnya cendawan dengan perbandingan 1:1 lalu dimasukkan kedalam tray (wadah seperti tempat telur dengan banyak lekukan untuk memasukkan media tanam), sedangkan media tanam kedua adalah kapas yang diberi sedikit air dan juga diletakkan di dalam tray.
5 butir biji Scurvy-grass diletakkan pada masing-masing tray dengan kapas lembab, dan 5 butir biji Scurvy-grass yang lain dibenamkan kedalam media tanam sedalam satu ruas jari telunjuk. Kemudian tray
Minggu 2
Pada awal minggu, biji pada media tanam kapas lembab mulai agak membesar dan berwarna lebih muda dari sebelumnya, sedangkan pada media pasir dan arang belum tampak adanya perkembangan. Pada akhir minggu, mulai tampak akar berwarna putih halus keluar dari 3 dari 5 butir biji yang diletakkan pada media tanam kapas, sedangkan pada media tanam pasir dan arang belum menampakkan perkembangan.
Minggu 3
2 kecambah (plantula) mulai muncul dari media pasir dan arang, sedangkan sudah terdapat 4 kecambah pada media kapas lembab. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa Scurvy-grass tergolong perkecambahan di atas tanah (epigaeis). Tanaman yang sudah mempunyai akar agak banyak dipindahkan ke dalam media tanam lain dengan wadah lebih besar.
DISKUSI
Para pelaut jaman
dahulu yang telah melakukan perjalanan panjang melintasi samudra
biasanya tidak mendapatkan cukup asupan vitamin C, yang biasanya
tersedia di dalam sayuran dan buah-buahan segar, karena makanan yang
umum mereka makan selama perjalanan adalah hasil laut yang sangat
sedikit mengandung vitamin C, dan membuat mereka kebanyakan menderita scurvy.
Scurvy, yang berasal dari bahasa latin scorbutus, adalah
suatu keadaan akibat defisiensi atau kekurangan asam askorbat (vitamin
C) dalam diet atau makanan, ditandai oleh kelemahan, anemia, gusi
seperti spons, kencenderungan pendarahan mukokutan (membran mukosa dan
kulit) dan indurasi otot-otot tungkai dan betis. Sea scurvy atau
yang disebut sebagai skorbut sejati inilah yang paling sering terjadi
pada para pelaut.
Sebagai tanaman obat, Scurvy-grass mengandung glukosilinat, minyak folatil, tannin, vitamin C, dan mineral. Vitamin C yang terkandung dalam daun tanaman inilah yang sering menolong para pelaut tersebut. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa tanaman ini dapat bermanfaat sebagai antiscorbutic, aperient, disinfectant, diuretic dan stimulant. Jika dioleskan, lumatan daun tanaman ini juga berguna untuk menyembuhkan ulcerulcus; Yunani helkosis), yaitu kerusakan lokal, atau eskavasi permukaan organ atau jaringan, yang disebabkan oleh terkelupasnya jaringan nekrotik radang (biasa disebut borok, koreng, luka bernanah, atau apalah, hohoho).
Sari minyak tanaman ini juga berguna dalam kasus paralysis (kehilangan atau gangguan fungsi motorik akibat lesi pada mekanisme saraf atau otot, secara analogi, disebut gangguan fungsi sensorik) dan rheumatik. Ale yang terbuat dari Scurvy-grass adalah minuman tonik yang terkenal pada musim semi. Dibuat dari 2 ons daun Scurvy-grass yang dimasukkan ke dalam sepanci air mendidih hingga menjadi sebanyak satu gelas anggur penuh. Tanaman ini juga berguna untuk mengobati mimisan, gonorrhea, sebagai pembersih darah atau pemurni, sakit perut, dan gout (radang sendi herediter yang ditandai oleh kelebihan asam urat dalam darah).
Tanaman ini biasanya lebih baik dimakan atau diolah saat masih segar, meskipun masih sedikit berkhasiat dalam bentuk kering. Scurvy-grass biasanya diambil pada waktu antara akhir musim semi hingga awal musim panas, lalu dikeringkan untuk disimpan. Sumber-sumber yang dapat dipercaya mengatakan bahwa tanaman ini terasa agak pedas dan sangat tidak enak jika dimakan langsung, dan biasanya dimakan bersamaan dengan saus dan salad agar lebih enak (slurp!).
Sebagai tanaman obat, Scurvy-grass mengandung glukosilinat, minyak folatil, tannin, vitamin C, dan mineral. Vitamin C yang terkandung dalam daun tanaman inilah yang sering menolong para pelaut tersebut. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa tanaman ini dapat bermanfaat sebagai antiscorbutic, aperient, disinfectant, diuretic dan stimulant. Jika dioleskan, lumatan daun tanaman ini juga berguna untuk menyembuhkan ulcerulcus; Yunani helkosis), yaitu kerusakan lokal, atau eskavasi permukaan organ atau jaringan, yang disebabkan oleh terkelupasnya jaringan nekrotik radang (biasa disebut borok, koreng, luka bernanah, atau apalah, hohoho).
Sari minyak tanaman ini juga berguna dalam kasus paralysis (kehilangan atau gangguan fungsi motorik akibat lesi pada mekanisme saraf atau otot, secara analogi, disebut gangguan fungsi sensorik) dan rheumatik. Ale yang terbuat dari Scurvy-grass adalah minuman tonik yang terkenal pada musim semi. Dibuat dari 2 ons daun Scurvy-grass yang dimasukkan ke dalam sepanci air mendidih hingga menjadi sebanyak satu gelas anggur penuh. Tanaman ini juga berguna untuk mengobati mimisan, gonorrhea, sebagai pembersih darah atau pemurni, sakit perut, dan gout (radang sendi herediter yang ditandai oleh kelebihan asam urat dalam darah).
Tanaman ini biasanya lebih baik dimakan atau diolah saat masih segar, meskipun masih sedikit berkhasiat dalam bentuk kering. Scurvy-grass biasanya diambil pada waktu antara akhir musim semi hingga awal musim panas, lalu dikeringkan untuk disimpan. Sumber-sumber yang dapat dipercaya mengatakan bahwa tanaman ini terasa agak pedas dan sangat tidak enak jika dimakan langsung, dan biasanya dimakan bersamaan dengan saus dan salad agar lebih enak (slurp!).
Taksonomi
Seperti halnya tanaman lain, Scurvy-grass juga diberi nama latin untuk mempermudah komunikasi. Sistem tata nama berdasarkan Binominal Nimenclatute yang dipelopori oleh Carolus Lineaeus pada tahun 1970-an itu terdiri dari dua kata, yaitu genus dan spesies. Sistem kalsifikasi tanaman Scurvy-grass menurut Lawrence (1959) adalah sebagai berikut:
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Brassicales
Family: Brassicaceae
Genus: Cochlearia
Species:
• Cochlearia acutangula
• Cochlearia aestuaria – Scurvy-grass muara
• Cochlearia alatipes
• Cochlearia anglica – Scurvy-grass Inggris
• Cochlearia aragonensis
• Cochlearia changhuaensis
• Cochlearia cyclocarpa – Roundfruit Scurvy-grass
• Cochlearia danica – Danish Scurvy-grass
• Cochlearia fenestrata – Scurvy-grass Artik
• Cochlearia formosana
• Cochlearia fumarioides
• Cochlearia furcatopilosa
• Cochlearia glastifolia
• Cochlearia groenlandica – Scurvy-grass Greenland
• Cochlearia henryi
• Cochlearia hui
• Cochlearia lichuanensis
• Cochlearia longistyla
• Cochlearia megalosperma
• Cochlearia micacea
• Cochlearia microcarpa
• Cochlearia oblongifolia – Scurvy-grass Asia timur
• Cochlearia officinalis – Scurvy-grass umum (termasuk C. excelsa, C. pyrenaica, C. scotica)
• Cochlearia paradoxa
• Cochlearia rivulorum
• Cochlearia rupicola
• Cochlearia sessilifolia – Scurvy-grass berdaun sessile atau Scurvy-grass Alaska
• Cochlearia sinuata
• Cochlearia tatrae
• Cochlearia tridactylites – Scurvy-grass tiga jari
• Cochlearia warburgii
Terdapat sekitar tiga puluh jenis Scurvy-grass yang disetujui oleh para ahli botani, dan seperti yang terlihat di atas, beberapa diantaranya ditetapkan sebagai subspesies dari Cochlearia officinalis, yaitu salah satu spesies Scurvy-grass yang paling umum ditemui dan digunakan, serta sering dikenal dengan nama lain, yaitu Scrubby Grass, Spoonwort, Carnson, Skeewort, Erba a Cucchiaino, Coclearia, Skeawyrt.
Morfologi
Secara umum tanaman ini merupakan tanaman sukulen (mengandung banyak air), perennial, dan termasuk dalam kelompok tumbuhan biji tertutup (angiosperma). Tanaman ini berbentuk perdu rendah setinggi kurang lebih 5 – 20 cm, dan maksimal 50 cm, berbau tidak sedap, agak pahit, panas, dan terasa asam, agak pedas ketika masih segar. yang akan ditanam pada media tanam pasir dan arang. Untuk biji tersebut di letakkan di tempat yang agak terlindung dan mempunyai suhu agak rendah. Belum nampak adanya perkembangan pada minggu pertama di kedua jenis media tanam. (latin
a. Alat Hara (Organum
Nutritivum)
Tanaman ini memiliki daun yang sempit dengan panjang 1 - 5 cm, berwarna hijau tua, dimana daun bagian atas termasuk jenis daun duduk, yaitu daun yang terdiri hanya dari helaian daun saja dan langsung menempel pada batang (sessilis), sedangkan daun di bagian bawah tanaman mempunyai tangkai daun. Bentuk helaian daun (Circumscriptio) berbentuk jantung (cordatus) dengan bangun seperti telur, ujung daun (Apex folii) tanaman ini berbentuk runcing (acutus) dimana kedua tepi daun di kedua sisi tulang daun sedikit demi sedikit menuju ke atas dan pertemuannya pada puncak daun membentuk suatu sudut lancip, serta bagian pangkal daunnya (basis folii) berbentuk lekuk (emarginatus). Tulang-tulang daun yang ada pada tanaman ini berbentuk menyirip (penninervis) dengan bagian tepi daun rata tidak bergelombang (integer). Hal yang khas dari daun Scurvy-grass adalah daunnya yang berdaging (carnosus), yang mengandung sedikit sulfur, dengan permukaan gundul (glaber).
Batang Scurvy-grass lunak dan berair (herbaceus) dengan bentuk bulat (teres) dan permukaannya licin (leavis). Arah tumbuh batang Scurvy-grass sebenarnya adalah tegak lurus (erectus), tetapi karena batang tanaman ini berair dan kondisi lingkungan tempat hidupnya, arah tumbuh batang Scurvy-grass terlihat seperti serong ke atas atau condong (ascendens). Percabangan pada batang Scurvy-grass tergolong percabangan simpodial, dimana batang pokok sukar ditentukan karena mungkin dalam perkembangan selanjutnya batang pokok menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan cabangnya. Cabang batang bersifat tunas air (virga singularis), tumbuh cepat dengan ruas-ruas panjang dan seringkali berasal dari kuncup yang tidur atau kuncup-kuncup liar, sedangkan arah tumbuh cabangnya termasuk condong ke atas (patens), dimana sudut antara batang pokok dan cabang membentuk sudut kurang dari 45o. Scurvy-grass mempunyai akar serabut yang mengandung xerophytic, membuat mereka bertahan ketika air sulit didapatkan dari dalam tanah.
b. Alat Perkembangbiakan (Organum Reproductivum)
Bunga Scurvy-grass terletak di ujung batang (flos terminalis), umumnya berwarna putih dan beberapa ada yang berwarna merah muda hingga ungu, dengan diamater 5 - 15 mm. Bunga tanaman ini juga bersifat hermaphrodite (mempunyai organ jantan dan betina dalam satu daun) dan diserbuki oleh lebah, lalat, dan kumbang. Scurvy-grass berbunga pada bulan Mei hingga Agustus atau pada sepanjang musim panas, dan bijinya mulai matang dari Juli hingga September. Bunga Scurvy-grass mempunyai kelopak bunga sebanyak 4 helai. Secara umum rumus bunga Scurvy-grass adalah ♀♂ * K (4), C 4, A (6), G 1.
Dari rumus bunga itu dapat dijabarkan bahwa bunga Scurvy-grass adalah hermafrodit, bersimetri banyak (actinomorphus), dengan 4 helai kelopak (calyx, K) yang berdekatan satu sama lain dalam satu lingkaran, 4 helai mahkota (corolla, C) yang terpisah satu sama lain dalam satu lingkaran, 6 buah benang-benang sari (androecium, A) yang berlekatan satu sama lain, dan 1 buah putik (gynaecium, G) dengan kedudukan bakal buah terbenam atau tenggelam
Penyerbukan bunga Scurvy-grass dibantu oleh serangga (entomogamy) dimana serangga yang sering membanu penyerbukannya berasal dari bangsa lebah (Hymenoptera) dan bangsa kupu-kupu (Lepidoptera). Biji yang telah matang biasanya jatuh disekitar tanaman induk, dan karena beberapa diantaranya tumbuh di tepi air, maka ada juga yang dihanyutkan oleh air dan tumbuh di tempat lain yang cukup jauh dari tanaman induk. Burung juga mempunyai peranan dalam penyebaran tanaman ini, membuatnya lebih tersebar ke tempat-tempat pedalaman dan daerah-daerah yang sulit terjangkau seperti puncak tebing.
Secara alami, biji Scurvy-grass dapat berkecambah dimana saja. Meskipun demikian, tanaman ini akan lebih cepat berkecambah jika syarat-syarat tumbuh yang diperlukan sudah tersedia, seperti air, udara, cahaya, dan panas. Biji Scurvy-grass membutuhkan agak banyak air dan kondisi sekitar yang lembab, dengan suhu udara yang sedikit lebih rendah dari pada tanaman lain, dan cahaya matahari yang penuh. Oleh karena itu, biji Scurvy-grass umum berkecambah pada saat musim gugur dan sudah tumbuh sempurna saat awal musim semi. Karena sebab inilah, penelitian yang dilakukan juga mengambil media dengan sedikit mencontoh kondisi musim gugur, dan perbanyakan tanamannya lebih berhasil dari pada cara konvensional dengan membenamkan bijinya kedalam tanah seperti pada musim semi.
KESIMPULAN
Scurvy-grass adalah salah satu tanaman obat yang salah satunya berguna untuk mencegah scurvy atau kekurangan vitamin C, umumnya ditemukan tumbuh di tepi pantai daerah yang beriklim dingin. Tanaman ini tergolong semak perdu, sukulen, dengan daun yang berdaging, serta bunga yang berwarna putih, berkelopak 4 helai. Tanaman ini lebih cepat tumbuh jika ditebar di atas permukaan dari pada dibenamkan ke dalam tanah, dan suhu yang diperlukan adalah 15oC agar terjadi perkecambahan selama 2 – 3 minggu. Hasil percobaan selama 3 minggu menunjukkan 4 kecambah tumbuh dalam media kapas lembab dari total 5 biji Scurvy-grassScurvy-grass (40%), atau dengan kata lain 6 biji Scurvy-grass berhasil tumbuh dari total 10 biji yang diuji cobakan (60%). (80%), dan 2 kecambah dalam media pasir dan arang dari total 5 biji
Tanaman ini memiliki daun yang sempit dengan panjang 1 - 5 cm, berwarna hijau tua, dimana daun bagian atas termasuk jenis daun duduk, yaitu daun yang terdiri hanya dari helaian daun saja dan langsung menempel pada batang (sessilis), sedangkan daun di bagian bawah tanaman mempunyai tangkai daun. Bentuk helaian daun (Circumscriptio) berbentuk jantung (cordatus) dengan bangun seperti telur, ujung daun (Apex folii) tanaman ini berbentuk runcing (acutus) dimana kedua tepi daun di kedua sisi tulang daun sedikit demi sedikit menuju ke atas dan pertemuannya pada puncak daun membentuk suatu sudut lancip, serta bagian pangkal daunnya (basis folii) berbentuk lekuk (emarginatus). Tulang-tulang daun yang ada pada tanaman ini berbentuk menyirip (penninervis) dengan bagian tepi daun rata tidak bergelombang (integer). Hal yang khas dari daun Scurvy-grass adalah daunnya yang berdaging (carnosus), yang mengandung sedikit sulfur, dengan permukaan gundul (glaber).
Batang Scurvy-grass lunak dan berair (herbaceus) dengan bentuk bulat (teres) dan permukaannya licin (leavis). Arah tumbuh batang Scurvy-grass sebenarnya adalah tegak lurus (erectus), tetapi karena batang tanaman ini berair dan kondisi lingkungan tempat hidupnya, arah tumbuh batang Scurvy-grass terlihat seperti serong ke atas atau condong (ascendens). Percabangan pada batang Scurvy-grass tergolong percabangan simpodial, dimana batang pokok sukar ditentukan karena mungkin dalam perkembangan selanjutnya batang pokok menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan cabangnya. Cabang batang bersifat tunas air (virga singularis), tumbuh cepat dengan ruas-ruas panjang dan seringkali berasal dari kuncup yang tidur atau kuncup-kuncup liar, sedangkan arah tumbuh cabangnya termasuk condong ke atas (patens), dimana sudut antara batang pokok dan cabang membentuk sudut kurang dari 45o. Scurvy-grass mempunyai akar serabut yang mengandung xerophytic, membuat mereka bertahan ketika air sulit didapatkan dari dalam tanah.
b. Alat Perkembangbiakan (Organum Reproductivum)
Bunga Scurvy-grass terletak di ujung batang (flos terminalis), umumnya berwarna putih dan beberapa ada yang berwarna merah muda hingga ungu, dengan diamater 5 - 15 mm. Bunga tanaman ini juga bersifat hermaphrodite (mempunyai organ jantan dan betina dalam satu daun) dan diserbuki oleh lebah, lalat, dan kumbang. Scurvy-grass berbunga pada bulan Mei hingga Agustus atau pada sepanjang musim panas, dan bijinya mulai matang dari Juli hingga September. Bunga Scurvy-grass mempunyai kelopak bunga sebanyak 4 helai. Secara umum rumus bunga Scurvy-grass adalah ♀♂ * K (4), C 4, A (6), G 1.
Dari rumus bunga itu dapat dijabarkan bahwa bunga Scurvy-grass adalah hermafrodit, bersimetri banyak (actinomorphus), dengan 4 helai kelopak (calyx, K) yang berdekatan satu sama lain dalam satu lingkaran, 4 helai mahkota (corolla, C) yang terpisah satu sama lain dalam satu lingkaran, 6 buah benang-benang sari (androecium, A) yang berlekatan satu sama lain, dan 1 buah putik (gynaecium, G) dengan kedudukan bakal buah terbenam atau tenggelam
Penyerbukan bunga Scurvy-grass dibantu oleh serangga (entomogamy) dimana serangga yang sering membanu penyerbukannya berasal dari bangsa lebah (Hymenoptera) dan bangsa kupu-kupu (Lepidoptera). Biji yang telah matang biasanya jatuh disekitar tanaman induk, dan karena beberapa diantaranya tumbuh di tepi air, maka ada juga yang dihanyutkan oleh air dan tumbuh di tempat lain yang cukup jauh dari tanaman induk. Burung juga mempunyai peranan dalam penyebaran tanaman ini, membuatnya lebih tersebar ke tempat-tempat pedalaman dan daerah-daerah yang sulit terjangkau seperti puncak tebing.
Secara alami, biji Scurvy-grass dapat berkecambah dimana saja. Meskipun demikian, tanaman ini akan lebih cepat berkecambah jika syarat-syarat tumbuh yang diperlukan sudah tersedia, seperti air, udara, cahaya, dan panas. Biji Scurvy-grass membutuhkan agak banyak air dan kondisi sekitar yang lembab, dengan suhu udara yang sedikit lebih rendah dari pada tanaman lain, dan cahaya matahari yang penuh. Oleh karena itu, biji Scurvy-grass umum berkecambah pada saat musim gugur dan sudah tumbuh sempurna saat awal musim semi. Karena sebab inilah, penelitian yang dilakukan juga mengambil media dengan sedikit mencontoh kondisi musim gugur, dan perbanyakan tanamannya lebih berhasil dari pada cara konvensional dengan membenamkan bijinya kedalam tanah seperti pada musim semi.
KESIMPULAN
Scurvy-grass adalah salah satu tanaman obat yang salah satunya berguna untuk mencegah scurvy atau kekurangan vitamin C, umumnya ditemukan tumbuh di tepi pantai daerah yang beriklim dingin. Tanaman ini tergolong semak perdu, sukulen, dengan daun yang berdaging, serta bunga yang berwarna putih, berkelopak 4 helai. Tanaman ini lebih cepat tumbuh jika ditebar di atas permukaan dari pada dibenamkan ke dalam tanah, dan suhu yang diperlukan adalah 15oC agar terjadi perkecambahan selama 2 – 3 minggu. Hasil percobaan selama 3 minggu menunjukkan 4 kecambah tumbuh dalam media kapas lembab dari total 5 biji Scurvy-grassScurvy-grass (40%), atau dengan kata lain 6 biji Scurvy-grass berhasil tumbuh dari total 10 biji yang diuji cobakan (60%). (80%), dan 2 kecambah dalam media pasir dan arang dari total 5 biji
Sumber : http://www.harrypotterindonesia.com/index.php?topic=2389.0
SOPOPHOROUS
I. KLASIFIKASI
Kingdom =
Plantae (tumbuhan)
Subkingdom =
Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio =
Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio
= Magnoliophyta (berbunga)
Kelas
= Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub-kelas
= Rosidae
Ordo
= Fabales
Familia =
Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus
= Pisum
Spesies
= Pisum Sopophorous
II. CIRI KHUSUS
Sopophorous adalah
sejenis tanaman hijau bertipe polong (legume), dan baik tumbuh di
dataran tinggi. Sopophorous tumbuh merambat hingga mencapai 40 cm atau
lebih,dengan Daunnya mengumpul tiga-tiga berbentuk kurus,
keriting dan panjang. Polong sepanjang
masing-masing 10 cm, tergantung berkumpul tiga-tiga. Tanaman ini tumbuh
baik di daerah pegunungan berhawa sejuk dengan ketinggian 700 meter di
atas permukaan laut, pada suhu seperti di daerah asalnya.
III. MANFAAT
Tanaman
ini banyak dimanfaatkan terutama pada bijinya, atau kacangnya. Kacang
Sopophorous dapat digunakan sebagai campuran dalam digunakan sebagai
campuran dalam Ramuan Tegukan Hidup Bagai Mati dan Ramuan Lupa. Sesuai
dengan fungsinya pada Ramuan Tegukan Hidup Bagai Mati yang berguna
untuk membuat orang menjadi tertidur. Sarinya diambil untuk membuat
pikiran seseorang tertidur dalam-dalam. Apa yang diingatnya akan
hilang. Tetapi ingatannya akan 'terbangun' kembali nanti. Kacang
Sopophorous diambil manfaat pada sarinya. Cara mengambil sari kacang
ini bisa dilakukan dengan memotongnya, namun akan lebih baik jika kita
mengepreknya dengan belati perak daripada memotongnya. Hal
ini dilakukan agar mendapatkan sari atau cairan dalam jumlah yang
lebih banyak.
IV. BUDIDAYA
Sopophorous
tumbuh merambat sehingga memerlukan penopang dalam budidayanya.
Biasanya digunakan bambu sebagai penyangga tanaman ini. Sopophorous
ditanam diatas media berukuran sedang. Akan lebih baik bila ditanam di
tanah yang kaya humus, iklim kering serta udara yang dingin. Kekurangan
atau kelebihan unsure hara dalam tanah dapat mengganggu pertumbuhan
Sopophorous. Beberapa unsur hara penting dapat mempengaruhi pertumbuhan
Sopophorous apabila ketersediaannya dalam tanah tidak seimbang.
V. HAMA DAN PENGENDALIANNYA
1. Perusak bibit
Ada 3 (tiga) macam hama perusak bibit penting pada
tanaman Sopophorous yaitu :
a. Lalat Kacang (Agromyza
phaseoli)
Tanda serangan awal
berupa bintik-bintik putih pada kotiledon, daun pertama atau daun
kedua, yaitu bekas tusukan alat peletak telur lalat. Tanda serangan
larva pada kotiledon atau daun berupa telur atau garis lengkung
berwarna coklat bekas gerakannya. Serangan larva sebelum umur 13 hari
dapat menyebabkan kematian tanaman.
b. Penggerek pucuk (Agromyza
dolichostigma)
Periode kritis
tanaman terhadap serangan hama ini adalah 3-4 minggu untuk meletakkan
telur-telurnya.
c. Penggerek batang (Melanagromyza sojae)
Lalat meletakkan telur pada tanaman muda,
terutama yang berumur kurang dari 1 (satu) bulan. Juka serangan berat
tanaman menjadi kerdil.
Hama-hama lalat kacang, lalat pucuk dan penggerek batang umumnya timbul pada saat cuaca kering dan didaerah dengan kesuburan tanah rendah.
Hama-hama lalat kacang, lalat pucuk dan penggerek batang umumnya timbul pada saat cuaca kering dan didaerah dengan kesuburan tanah rendah.
CARA MENGATASI HAMA
Untuk mengatasi hama tersebut, dapat dilakukan
dengan :
- Tanam serentak
- Sanitasi tanaman terserang
- Penyemprotan dengan insekmagictisida (racun serangga sihir) apabila ditemukan intensitas serangan lebih besar,
2. Perusak daun
Hama-hama yang dapat digolongkan sebagai perusak daun utama pada tanaman ini adalah :
a. Kumbang daun (Phaedonia inclusa)
Imago dapat hadir dipertanaman sejak awal pertumbuhan tanam sampai saat panen. Imago dan larva merusak pucuk, daun, tangkai daun, bunga dan polong. Serangan pada tanaman muda menyebabkan kematian tanaman sedangkan pada tanaman lebih tua akan mengurangi luas daun serta jumlah bunga dan polong. Periode kritis tanaman terhadap serangan hama ini adalah sejak tumbuh sampai dengan stadia pembentukan polong.
Hama-hama yang dapat digolongkan sebagai perusak daun utama pada tanaman ini adalah :
a. Kumbang daun (Phaedonia inclusa)
Imago dapat hadir dipertanaman sejak awal pertumbuhan tanam sampai saat panen. Imago dan larva merusak pucuk, daun, tangkai daun, bunga dan polong. Serangan pada tanaman muda menyebabkan kematian tanaman sedangkan pada tanaman lebih tua akan mengurangi luas daun serta jumlah bunga dan polong. Periode kritis tanaman terhadap serangan hama ini adalah sejak tumbuh sampai dengan stadia pembentukan polong.
b. Ulat grayak (Spodoptera litura)
Larva muda hidup bergerombol memakan daun
kecuali epidermis permukaan atas daun, sehingga dari jauh daun tampak
berwarna keputuh-keputihan. Larva tua dapat memakan seluruh bagian helai
daun muda, tetapi tidak memakan tulang daun tua. Larva dapat juga
menyerang bunga dan polong muda. Serangan larva pada stadia pembungaan
dan awal pembentukan polong dapat menggagalkan panen. Serangan pada
tanaman muda dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan atau mematikan
tanaman.
c. Ulat jengkal (Chrysodeixis chacites)
Serangan larva muda menyebabkan bercak-bercak
putih pada daun karena yang tinggal hanya epidermis dan tulang daunnya.
Sedang larva yang lebih besar dapat menyebabkan daun terserang habis
atau tinggal beberapa tulang daunnya saja. Serangan larva terjadi pada
tanaman stadia vegetative dan generatif.
d. Penggulungan
daun (Lamprosema indicate)
Tanaman
Sopophorous yang terserang hama ini mudah dikenal yaitu adanya
daun-daun yang direkat menjadi satu. Apabila rekatan dibuka, maka
terlihat larva yang aktif bergerak. Larva hidup dan makan didalam
rekatan daun. Tanaman yang diserang umumnya berumur 4-6 minggu.
Serangan larva dapat menghambat pertumbuhan tanaman muda, tetapi tidak
menimbulkan kerugian berarti apabila pada stadium pengerasan polong.
CARA MENGATASI HAMA
Untuk mengatasi hama tersebut, dapat dilakukan
dengan :
- Penyemprotan dengan insekmagictisida (racun serangga sihir) apabila ditemukan intensitas serangan lebih besar.
3. Perusak polong
Hama-hama yang digolongkan hama perusak polong pada
Sopophorous yaitu :
a. Penggerek polong (Etiella zinckenella)
a. Penggerek polong (Etiella zinckenella)
Seekor larva penggerek polong dapat merusak beberapa
polong dan biji. Tanda serangan pada biji bunga gerakan dan adanya
butiran karena berwarna coklat yang terikat oleh benang pintal.
b. Pengisap polong (Riptortus linearis)
Imago mulai dating dipertanaman sejak pembentukan
bunga. Akibat serangannya menyebabkan biji dan polong kempis, polong
gugur, biji menjadi busuk, berwarna hitam, kulit biji keriput dan adanya
bercak coklat pada kulit biji. Periode kritis tanaman terhadap
serangan pengisap polong adalah stadia pengisian biji.
c. Kepik hijau (Nezara viridula) atau lembing
hijau
Imago mulai dating dipertanaman
sejak pembentukan bunga. Serangan hama ini menyebabkan biji dan polong
kempis, polong gugur, biji menjadi busuk, berwarna hitam, kulit biji
keriput dan adanya bercak-bercak coklat pada kulit biji. Periode kritis
tanaman terhadap serangan kepik hijau adalah stadia pengisian biji
CARA MENGATASI HAMA
Pengendalian terhadap hama-hama perusak polong
dilakukan dengan cara :
- Pergiliran tanaman
- Tanaman Serempak
- Penyemprotan insekmagictisida, apabila ditemukan intensitas serangan penggerek polong 2 %, populasi pengisap polong dewasa sepasang pada umur 45 hari setelah tanam dan populasi kepik hijau dewasa sepasang pada umur 45 hari setelah tanam.
PANEN
1. Saat Panen
Sopophorous harus dipanen pada tingkat kemasakan biji yang tepat. Panen terlalu awal menyebabkan banyak butir keriput. Panen terlalu awal menyebabkan banyaak butir keriput. Panen terlalu akhir berakibat, meningkatnya butir rusak dan meningkatnya butir rusak dan meningkatnya kehilangan (losses) karena biji mudah rontok.
Tanda-tanda kacang Sopophorous siap untuk dipanen adalah :
- Polong biji mongering dan berwarna kekuningan
2. Cara Panen
Panen yang benar dilakukan dengan cara memotongnya dengan alat-alat yang streil atau telah dibasuh oleh alkohol. Jika menggunakan tangan, maka tangan harus dibasuh hingga bersih dan dilumuri alkohol. Perlu ditekankan bahwa cara panen harus dilakukan sesteril mungkin untuk menghindari datangnya hama. Kebersihan dalam memanen kacang ini sangat ditekankan, karena mempengaruhi khasiat dalam ramuan. Kacang yang tidak steril dapat menyebarkan hama kepik hijau menyebar, sehingga ramuan yang dibuat memberikan kontraindikasi pada peminumnya, yaitu :
1. Akan kehilangan ingatan
permanen jangka panjang karena kepik hijau membuat sari menjadi lebih
kental dan bau.
2. Bagi penderita alergi kacang, akan timbul bintik-bintik merah
dan bisul di seluruh badan.
Tidak
dianjurkan mencabut batang bersama akar. Akibat tindakan ini antara
lain :
- Terambilnya unsur hara yang menyuburkan tanah
- Tanah yang terbawa oleh akar dapat mengotori hasil.
PASCA PANEN
1. Pewadahan dan Pengangkutan
Biji Sopophorous yang telah bersih dikupas ditempatkan dalam wadah yang bersih, bebas hama penyakit, tidak bocor serta ditutup rapat. Wadah yang digunakan dapat berupa karung goni/plastic ataupun bakul. Bila akan diangkut pada jarak yang cukup jauh, hendaknya dipilih jenis wadah/kemasan yang kuat.
2. Penyimpanan
- Tempat penyimpanan biji Sopophorous harus teduh, kering dan bebas hama/penyakit.
- Biji Sopophorous yang akan disimpan hendaknya memiliki kadar air antara 9 – 14%. Biji Sopophorous yang memiliki kadar air lebih rendah dari 9 % akan memiliki daya simpan yang lebih lama.
- Khusus untuk biji Sopophorous yang hendak dijadikan benih, kadar airnya harus <9% calon benih dapat pula dicampur dengan abu jerami, ditutup dalam kaleng dan setiap bulan dijemur kembali. Dengan cara ini dapat disimpan lebih dari 4 bulan.
Sumber : http://www.hpfblog.co.cc/2010/06/herbologi-sopophorous.html
Kamis, 30 September 2010
Mandrake
Di dunia muggle, mandrake memang mempunyai sejarah sihir dan tuah pada zaman Eropa kuno. Tanaman ini merupakan sarana penting untuk sihir, mampu mentransformasi seseorang hingga bisa berhubungan dengan arwah leluhur, untuk mengutuk seseorang (berkaitan dengan ilmu tenung), dan juga membuat orang mabuk (trance) sehingga yang muncul hanya sifat jahat saja.
Mandrake merupakan tanaman asli Eropa dan Mediterania bagian timur. Tanaman ini masuk dalam marga mandragora yang memiliki beberapa spesies. Yang terpenting adalah Mandragora officinarum. Sosok tanamannya mirip kol, dengan daun roset yang tumbuh dari pangkal batang. Sebagaimana daunnya yang melebar, tangkai bunganya juga panjang dengan bunga berwarna coklat kehijauan pucat.
Jika memperoleh makanan yang cukup, maka bunga akan berubah menjadi buah sebesar telur ayam berwarna hijau mengilap. Daging buahnya berwarna kuning dan rasanya manis. Buah ini tidak beracun. Hanya mengandung kelompok alkaloid biasa semisal scopolamine dan atropine, plus mandragorine.
Yang unik dari mandrake ini adalah umbinya, mirip bentuk tubuh manusia. Karena bentuk tersebut, J.K Rowling menggambarkan akar kerabat dekat terong sayur (Solanaceae) ini bisa mengeluarkan suara jeritan yang mematikan. Karena bentuk itulah banyak cerita beredar mengenai akar mandrake.
Menurut David Stuart dalam bukunya Dangerous Garden, (2004), mandrake muncul dalam Injil. Mandrake disebut di Kitab Kejadian ketika istri pertama Jakob ingin menghabiskan malamnya bersama sang suami. Kepada "saingannya" itu ia menawarkan mandrake sebagai ganti mau melepas Jakob. Mandrake dipromosikan sebagai obat kesuburan perempuan. Memang, karena bentuknya yang mirip manusia, orang pikir tanaman ini berhubungan dengan seks dan vitalitas manusia sebagaimana akar ginseng.
Sempat pula muncul mitos bahwa mandrake merupakan replika manusia. Mitos yang beredar di Eropa pada abad pertama Masehi ini menyebutkan bahwa ia memang ditumbuhkan oleh Tuhan dan dijaga-Nya. Tuhan menciptakannya sebagai percobaan sebelum menciptakan manusia di Taman Eden. Pada siang hari, mandrake seolah-olah lenyap tak terlihat oleh manusia seperti Tuhan menyembunyikan bintang. Hanya saja, pada malam hari akan tampak menyala. Ahli obat Josephus Flavius melaporkan bahwa mandrake yang tumbuh di Laut Mati mengeluarkan pendar warna merah di malam hari.
Baru tahun 1526, Jack Turber, seorang ahli tanaman dari Inggris, menyangkal bahwa mandrake merupakan replika manusia. Ia didukung oleh koleganya, Gerard, yang tahun 1597 mengajak masyarakat memerangi mitos mandrake. Salah satu mitosnya adalah bahwa tanaman ini hanya mau tumbuh di bawah guyuran air seni. Mitos ini berkembang di Eropa tengah pada abad kegelapan Eropa. Gerard sendiri telah membudidayakan mandrake dalam jumlah banyak dan tidak terjadi apa-apa.
Bahkan, menurut buku Hortica tulisan Dr. Alfred Byrd Graf (1997), mandrake digunakan oleh dokter untuk obat pasien yang akan dioperasi. Bagian yang diambil adalah akar yang mengandung hyoscyamine, senyawa anestesi. Akarnya mengandung alkaloid seperti halnya pada buah. Hanya kadarnya lebih tinggi. Kandungan yang tertinggi adalah alkaloid jenis scopalamine yang bersifat halusinogen.
Sedangkan dalan cerita harry potter, tanaman mandrake digambarkan dengan ciri-ciri sebagai berikut :
Mandrake merupakan tanaman asli Eropa dan Mediterania bagian timur. Tanaman ini masuk dalam marga mandragora yang memiliki beberapa spesies. Yang terpenting adalah Mandragora officinarum. Sosok tanamannya mirip kol, dengan daun roset yang tumbuh dari pangkal batang. Sebagaimana daunnya yang melebar, tangkai bunganya juga panjang dengan bunga berwarna coklat kehijauan pucat.
Jika memperoleh makanan yang cukup, maka bunga akan berubah menjadi buah sebesar telur ayam berwarna hijau mengilap. Daging buahnya berwarna kuning dan rasanya manis. Buah ini tidak beracun. Hanya mengandung kelompok alkaloid biasa semisal scopolamine dan atropine, plus mandragorine.
Yang unik dari mandrake ini adalah umbinya, mirip bentuk tubuh manusia. Karena bentuk tersebut, J.K Rowling menggambarkan akar kerabat dekat terong sayur (Solanaceae) ini bisa mengeluarkan suara jeritan yang mematikan. Karena bentuk itulah banyak cerita beredar mengenai akar mandrake.
Menurut David Stuart dalam bukunya Dangerous Garden, (2004), mandrake muncul dalam Injil. Mandrake disebut di Kitab Kejadian ketika istri pertama Jakob ingin menghabiskan malamnya bersama sang suami. Kepada "saingannya" itu ia menawarkan mandrake sebagai ganti mau melepas Jakob. Mandrake dipromosikan sebagai obat kesuburan perempuan. Memang, karena bentuknya yang mirip manusia, orang pikir tanaman ini berhubungan dengan seks dan vitalitas manusia sebagaimana akar ginseng.
Sempat pula muncul mitos bahwa mandrake merupakan replika manusia. Mitos yang beredar di Eropa pada abad pertama Masehi ini menyebutkan bahwa ia memang ditumbuhkan oleh Tuhan dan dijaga-Nya. Tuhan menciptakannya sebagai percobaan sebelum menciptakan manusia di Taman Eden. Pada siang hari, mandrake seolah-olah lenyap tak terlihat oleh manusia seperti Tuhan menyembunyikan bintang. Hanya saja, pada malam hari akan tampak menyala. Ahli obat Josephus Flavius melaporkan bahwa mandrake yang tumbuh di Laut Mati mengeluarkan pendar warna merah di malam hari.
Baru tahun 1526, Jack Turber, seorang ahli tanaman dari Inggris, menyangkal bahwa mandrake merupakan replika manusia. Ia didukung oleh koleganya, Gerard, yang tahun 1597 mengajak masyarakat memerangi mitos mandrake. Salah satu mitosnya adalah bahwa tanaman ini hanya mau tumbuh di bawah guyuran air seni. Mitos ini berkembang di Eropa tengah pada abad kegelapan Eropa. Gerard sendiri telah membudidayakan mandrake dalam jumlah banyak dan tidak terjadi apa-apa.
Bahkan, menurut buku Hortica tulisan Dr. Alfred Byrd Graf (1997), mandrake digunakan oleh dokter untuk obat pasien yang akan dioperasi. Bagian yang diambil adalah akar yang mengandung hyoscyamine, senyawa anestesi. Akarnya mengandung alkaloid seperti halnya pada buah. Hanya kadarnya lebih tinggi. Kandungan yang tertinggi adalah alkaloid jenis scopalamine yang bersifat halusinogen.
Sedangkan dalan cerita harry potter, tanaman mandrake digambarkan dengan ciri-ciri sebagai berikut :
Mandrake sejenis tumbuhan sihir yang akarnya berbentuk menyerupai manusia, dan seperti kepala bayi saat masih muda. Warna kulitnya pucat kehijauan dan berbercak-bercak.Tumbuhan ini bentuknya kecil jika masih beberapa hari umurnya.
Daunnya berwarna hijau keunguan. Ciri yang paling kuat adalah saat kita mencabut tanaman tersebut, maka akan mendengar tangisan atau jeritan dari tanaman mandrake.
Saat masih kecil atau bayi, tangisan Mandrake bisa menyebabkan orang
pingsan dalam beberapa jam. Tapi tangisan Mandrake dewasa bisa
mengakibatkan tuli dan meninggal dunia.
Cara Merawat:
Tumbuhan ini cukup di beri pupuk dan di taruh di pot yang masih kecil saat tumbuhan ini masih muda. Setelah beberapa bulan, mandrake di pindah ke pot yang lebih besar dan di timbun dengan kompos hitam lembab sampai tinggal gerumbul daunnya.
Saat Mandrake sudah mulai berjerawat dan saling bergosip serta mulai berpindah pot sendiri Mandrake ini sudah menjadi mandrake dewasa, maka mandrake sudah siap untuk diolah dan diambil batangnya atau akarnya untuk dibuat jus.
Fungsi :
Mandrake sangat banyak fungsinya. Jika sudah dewasa dan siap di panen. Mandrake bisa menjadi campuran obat dan beberapa ramuan.
Ramuan yang bahan dasarnya dari Mandrake adalah ramuan untuk mengibati korban yang terkena kutukan atau korban yang di buat membantu oleh sesuatu. Nama ramuan ini adalah Mandrake Restorative Draught. Merupakan antidot ampuh untuk mengembalikan orang-orang yang membantu. Bahan dasar ramuan ini hanya mandrake yang dibuat jus.
Ambil batang dan akar tanaman ini kemudian haluskan dan dibuat jus. Minumkan pada korban yang di kutuk atau dibuat membatu.
Efek Samping :
Mandrake mempunyai efek samping pada manusia. Jeritannya, seperti yang sudah saya jelaskan tadi, tanaman ini jika diambil dari potnya maka tanaman ini akan menjerit atau menangis. Jeritan tanaman ini saat masih muda cukup bisa membuat orang pingsan selema berjam-jam. Namun untuk tanaman dewasa, jeritannya bisa mengakibatkan tuli
dan bisa membunuh orang. Sepertinya jika mandrake belum waktu panen sudah di olah, maka akan berakibat racun dan mematikan bagi penggunanya.
Daunnya berwarna hijau keunguan. Ciri yang paling kuat adalah saat kita mencabut tanaman tersebut, maka akan mendengar tangisan atau jeritan dari tanaman mandrake.
Saat masih kecil atau bayi, tangisan Mandrake bisa menyebabkan orang
pingsan dalam beberapa jam. Tapi tangisan Mandrake dewasa bisa
mengakibatkan tuli dan meninggal dunia.
Cara Merawat:
Tumbuhan ini cukup di beri pupuk dan di taruh di pot yang masih kecil saat tumbuhan ini masih muda. Setelah beberapa bulan, mandrake di pindah ke pot yang lebih besar dan di timbun dengan kompos hitam lembab sampai tinggal gerumbul daunnya.
Saat Mandrake sudah mulai berjerawat dan saling bergosip serta mulai berpindah pot sendiri Mandrake ini sudah menjadi mandrake dewasa, maka mandrake sudah siap untuk diolah dan diambil batangnya atau akarnya untuk dibuat jus.
Fungsi :
Mandrake sangat banyak fungsinya. Jika sudah dewasa dan siap di panen. Mandrake bisa menjadi campuran obat dan beberapa ramuan.
Ramuan yang bahan dasarnya dari Mandrake adalah ramuan untuk mengibati korban yang terkena kutukan atau korban yang di buat membantu oleh sesuatu. Nama ramuan ini adalah Mandrake Restorative Draught. Merupakan antidot ampuh untuk mengembalikan orang-orang yang membantu. Bahan dasar ramuan ini hanya mandrake yang dibuat jus.
Ambil batang dan akar tanaman ini kemudian haluskan dan dibuat jus. Minumkan pada korban yang di kutuk atau dibuat membatu.
Efek Samping :
Mandrake mempunyai efek samping pada manusia. Jeritannya, seperti yang sudah saya jelaskan tadi, tanaman ini jika diambil dari potnya maka tanaman ini akan menjerit atau menangis. Jeritan tanaman ini saat masih muda cukup bisa membuat orang pingsan selema berjam-jam. Namun untuk tanaman dewasa, jeritannya bisa mengakibatkan tuli
dan bisa membunuh orang. Sepertinya jika mandrake belum waktu panen sudah di olah, maka akan berakibat racun dan mematikan bagi penggunanya.
Langganan:
Postingan (Atom)




