Kamis, 30 September 2010

Mandrake

Di dunia muggle, mandrake memang mempunyai sejarah sihir dan tuah pada zaman Eropa kuno. Tanaman ini merupakan sarana penting untuk sihir, mampu mentransformasi seseorang hingga bisa berhubungan dengan arwah leluhur, untuk mengutuk seseorang (berkaitan dengan ilmu tenung), dan juga membuat orang mabuk (trance) sehingga yang muncul hanya sifat jahat saja.
Mandrake merupakan tanaman asli Eropa dan Mediterania bagian timur. Tanaman ini masuk dalam marga mandragora yang memiliki beberapa spesies. Yang terpenting adalah Mandragora officinarum. Sosok tanamannya mirip kol, dengan daun roset yang tumbuh dari pangkal batang. Sebagaimana daunnya yang melebar, tangkai bunganya juga panjang dengan bunga berwarna coklat kehijauan pucat.
Jika memperoleh makanan yang cukup, maka bunga akan berubah menjadi buah sebesar telur ayam berwarna hijau mengilap. Daging buahnya berwarna kuning dan rasanya manis. Buah ini tidak beracun. Hanya mengandung kelompok alkaloid biasa semisal scopolamine dan atropine, plus mandragorine.
Yang unik dari mandrake ini adalah umbinya, mirip bentuk tubuh manusia. Karena bentuk tersebut, J.K Rowling menggambarkan akar kerabat dekat terong sayur (Solanaceae) ini bisa mengeluarkan suara jeritan yang mematikan. Karena bentuk itulah banyak cerita beredar mengenai akar mandrake.
Menurut David Stuart dalam bukunya Dangerous Garden, (2004), mandrake muncul dalam Injil. Mandrake disebut di Kitab Kejadian ketika istri pertama Jakob ingin menghabiskan malamnya bersama sang suami. Kepada "saingannya" itu ia menawarkan mandrake sebagai ganti mau melepas Jakob. Mandrake dipromosikan sebagai obat kesuburan perempuan. Memang, karena bentuknya yang mirip manusia, orang pikir tanaman ini berhubungan dengan seks dan vitalitas manusia sebagaimana akar ginseng.
Sempat pula muncul mitos bahwa mandrake merupakan replika manusia. Mitos yang beredar di Eropa pada abad pertama Masehi ini menyebutkan bahwa ia memang ditumbuhkan oleh Tuhan dan dijaga-Nya. Tuhan menciptakannya sebagai percobaan sebelum menciptakan manusia di Taman Eden. Pada siang hari, mandrake seolah-olah lenyap tak terlihat oleh manusia seperti Tuhan menyembunyikan bintang. Hanya saja, pada malam hari akan tampak menyala. Ahli obat Josephus Flavius melaporkan bahwa mandrake yang tumbuh di Laut Mati mengeluarkan pendar warna merah di malam hari.
Baru tahun 1526, Jack Turber, seorang ahli tanaman dari Inggris, menyangkal bahwa mandrake merupakan replika manusia. Ia didukung oleh koleganya, Gerard, yang tahun 1597 mengajak masyarakat memerangi mitos mandrake. Salah satu mitosnya adalah bahwa tanaman ini hanya mau tumbuh di bawah guyuran air seni. Mitos ini berkembang di Eropa tengah pada abad kegelapan Eropa. Gerard sendiri telah membudidayakan mandrake dalam jumlah banyak dan tidak terjadi apa-apa.
Bahkan, menurut buku Hortica tulisan Dr. Alfred Byrd Graf (1997), mandrake digunakan oleh dokter untuk obat pasien yang akan dioperasi. Bagian yang diambil adalah akar yang mengandung hyoscyamine, senyawa anestesi. Akarnya mengandung alkaloid seperti halnya pada buah. Hanya kadarnya lebih tinggi. Kandungan yang tertinggi adalah alkaloid jenis scopalamine yang bersifat halusinogen.


Sedangkan dalan cerita harry potter, tanaman mandrake digambarkan dengan ciri-ciri sebagai berikut :
Mandrake sejenis tumbuhan sihir yang akarnya berbentuk menyerupai manusia, dan seperti kepala bayi saat masih muda. Warna kulitnya pucat kehijauan dan berbercak-bercak.Tumbuhan ini bentuknya kecil jika masih beberapa hari umurnya.
Daunnya berwarna hijau keunguan. Ciri yang paling kuat adalah saat kita mencabut tanaman tersebut, maka akan mendengar tangisan atau jeritan dari tanaman mandrake.
Saat masih kecil atau bayi, tangisan Mandrake bisa menyebabkan orang
pingsan dalam beberapa jam. Tapi tangisan Mandrake dewasa bisa
mengakibatkan tuli dan meninggal dunia.

Cara Merawat:
Tumbuhan ini cukup di beri pupuk dan di taruh di pot yang masih kecil saat tumbuhan ini masih muda. Setelah beberapa bulan, mandrake di pindah ke pot yang lebih besar dan di timbun dengan kompos hitam lembab sampai tinggal gerumbul daunnya.
Saat Mandrake sudah mulai berjerawat dan saling bergosip serta mulai berpindah pot sendiri Mandrake ini sudah menjadi mandrake dewasa, maka mandrake sudah siap untuk diolah dan diambil batangnya atau akarnya untuk dibuat jus.

Fungsi :
Mandrake sangat banyak fungsinya. Jika sudah dewasa dan siap di panen. Mandrake bisa menjadi campuran obat dan beberapa ramuan.
Ramuan yang bahan dasarnya dari Mandrake adalah ramuan untuk mengibati korban yang terkena kutukan atau korban yang di buat membantu oleh sesuatu. Nama ramuan ini adalah Mandrake Restorative Draught. Merupakan antidot ampuh untuk mengembalikan orang-orang yang membantu. Bahan dasar ramuan ini hanya mandrake yang dibuat jus.
Ambil batang dan akar tanaman ini kemudian haluskan dan dibuat jus. Minumkan pada korban yang di kutuk atau dibuat membatu.

Efek Samping :
Mandrake mempunyai efek samping pada manusia. Jeritannya, seperti yang sudah saya jelaskan tadi, tanaman ini jika diambil dari potnya maka tanaman ini akan menjerit atau menangis. Jeritan tanaman ini saat masih muda cukup bisa membuat orang pingsan selema berjam-jam. Namun untuk tanaman dewasa, jeritannya bisa mengakibatkan tuli
dan bisa membunuh orang. Sepertinya jika mandrake belum waktu panen sudah di olah, maka akan berakibat racun dan mematikan bagi penggunanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar